KARTU IDENTITAS ANAK ( KIA )

DESA PARE – Kepada Seluruh warga Desa Pare yang punya anak di bawah umur 17 tahun dan belum mengurus KIA bagi putra putrinya, agar segera mengurus ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Wonogiri, mengingat begitu pentingnya Kartu Identitas Anak ( KIA ) bagi anak.

Seperti di sebutkan dalam berita ( Solo Pos.com  pada 10 Oktober 2017 ), Kabupaten Wonogiri terpilih sebagai salah satu kabupaten percontohan penerbitan kartu identitas anak (KIA). Pada Rabu (9/8/2017), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri membagikan 32.000 keping KIA bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional ke-24 dan Hari Anak Nasional di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, melalui Wakil Bupati Wonogiri, Edi Santoso, menyampaikan Kabupaten Wonogiri dipilih karena cakupan penerbitan Akta Kelahiran anak tinggi mencapai 90 persen pada 2016. Prestasi itu juga diapresiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Riau saat puncak peringatan Hari Anak Nasional, beberapa waktu lalu.

“Kami juga telah melakukan inovasi dengan melaksanakan program Three in One yakni permohonan Akta Kelahiran mendapatkan tiga dokumen sekaligus, berupa Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), dan Kartu Keluarga,” kata dia saat sambutan.

Edi mengatakan KIA merupakan bentuk perhatian orang tua terhadap anak dengan memberikan jaminan aspek legalitas hukum administrasi kependudukan. KIA menjadi identitas yang sah secara hukum bagi anak-anak usia 0-17 tahun. Sementara bagi penduduk yang telah berusia di atas 17 tahun dijamin dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Saya berharap OPD terkait segera lakukan langkah koordinasi dan sosialisasi sampai tingkat desa dan sekolah untuk mendukung program KIA. Berikan yang terbaik kepada warga yang membutuhkan. Dengan demikian cakupan kepemilikan KIA dapat memenuhi target,” ujar Edi.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Wonogiri, Sungkono, mengatakan program penerbitan KIA dilakukan baru dua bulan lalu. Dalam waktu singkat itu, 32.000 anak lebih sudah didata untuk pembuatan KIA.

“Kalau umur lima tahun ke bawah, kami menggunakan data di Disdukcapil, sedangkan anak berumur lima tahun ke atas kami kerja sama dengan sekolah karena ada fotonya juga,” beber dia.

Sungkono menjelaskan nantinya semua urusan yang berkaitan dengan identitas anak akan menggunakan kartu tersebut, seperti KTP bagi orang dewasa. Selain itu, kartu tersebut juga bisa untuk mengantisipasi jika ada anak yang hilang atau tersesat sehingga bisa diketahui nama orang tua dan alamatnya. Kartu itu berisi nama lengkap anak, orang tua, alamat, NIK, dan lainnya.

“Belum semua kabupaten atau kota melaksanakan program ini. Wonogiri juga mendapat bantuan berupa 128.000 keping KIA karena cakupan Akta Kelahiran yang tinggi. Kalau dinominalkan, bisa menghemat dana senilai Rp500 juta,” ungkap dia.

Komentar Facebook

You may also like...

Leave a Reply