SARASEHAN GUBERNUR JAWA TENGAH BERSAMA APARATUR PEMERINTAH DESA se-KABUPATEN WONOGIRI

Sarasehan Gubernur Jawa Tengah dengan Aparatur Pemerintah Desa se-Kabupaten Wonogiri

DESA PARE – Ratusan kepala desa (kades) dan perangkat desa se-Kabupaten Wonogiri yang tergabung di dalam Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) datang ke Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri untuk mengadakan sarasehan dengan Gubernur Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2018). Mereka telah memenuhi halaman dan Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri sejak pukul 14.00 WIB, namun Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo baru memasuki kota Wonogiri Pukul 16.30 WIB, karena beliau juga melakukan road show sarasehan dengan berbagai elemen masyarakat di Sragen dan Sukoharjo di hari yang sama.

Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memasuki halaman Pendopo Kab.Wonogiri

 

Ganjar Pranowo disambut dengan Seni Tradisional Reog

Acara Sarasehan dibuka dengan do’a dan dilanjutkan sambutan pertama oleh Ketua PAPDESI Kabupaten Wonogiri, Wuryatno (Kades Pokoh Kidul). Dalam sambutannya, Wuryatno menyatakan,”Kami sangat berterima kasih Pak Ganjar mau bersilaturahmi kembali ke Wonogiri, dan kami berharap arahan dan bimbingan dalam rangka mewujudkan pelayanan yang optimal bagi masyarakat,’.

Sambutan Wakil dari Aparatur Pemerintah Desa, Wuryatno, Kades Pokoh Kidul

Kemudian dilanjutkan sambutan kedua oleh Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, dalam sambutannya beliau mengatakan, “Terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah berkenan hadir dalam sarasehan dan memberikan arahan pada Perangkat Desa se-Kabupaten Wonogiri yang telah setia menunggu sejak jam 14.00 WIB tadi hingga sore hari ini, kami berharap dengan arahan dari Pak Gubernur seluruh perangkat desa dapat mewujudkan pemerintahan yang berkomitmen dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk sesarengan mbangun Wonogiri,”.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo memberikan sambutan

Selanjutnya pada sesion yang terakhir, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, S.H, M.IP dalam arahannya mengatakan, “Kemarin saya mendapatkan arahan dari Mendagri, bahwa Bapak Presiden itu kalau memberikan arahan tidak ndakik-ndakik (dalam bahasa Indonesia = tidak berbelit-belit), beliau kalau dimintai petunjuk thes-thes (dalam bahasa Indonesia = set-set atau cepat memutuskan),”.”Sebagai contoh pengambilan keputusan Pak Jokowi, saat saya mengajukan permintaan kepada Menteri Perdagangan dan Bapak Presiden agar rencana mengadakan impor tembakau diundur waktunya, maksud saya kalau petani tembakau di Jawa Tengah sudah panen dan sudah terbeli, baru melakukan impor tembakau, dan permintaan saya langsung disetujui oleh pak Jokowi,” papar Ganjar.

Ganjar Pranowo memberikan sambutan dan arahan kepada perangkat desa

Dalam arahannya Ganjar juga menyampaikan agar perangkat desa bisa membantu bagaimana agar mempercepat perijinan bagi para investor, karena jawa tengah saat ini seksi, maksudnya seksi untuk berinvestasi bagi para investor yang mau menanamkan sahamnya, bahkan di tahun 2017 beberapa pabrik telah dibangun di Wonogiri.  “Tahun 2017 kemarin Jawa Tengah menargetkan mendapatkan investasi 41 trilyun, dan setelah dicek laporan realisasinya ternyata mendapatkan investasi sebesar 51 trilyun, ini luar biasa, berarti Jawa Tengah sangat diminati para investor,” tandas Ganjar.

Kalau investor tumbuh namun perekonomian tidak tumbuh, seringkali bermasalah di bagian perijinan, untuk itu Ganjar mengharapkan Pemerintah Daerah beserta perangkat desa untuk membantu mempermudah proses perijinan. Dan semua perangkat desa supaya meniru konsep Bapak Jokowi untuk membangun Indonesia dimulai dari pinggiran/desa. Selain itu Gubernur juga mengapresiasi tumbuhnya banyak BUMDES di pedesaan yang mendorong masuknya investor untuk menumbuhkan perekonomian di desa.

Ganjar Pranowo berfoto bersama dengan Perangkat Desa

Kemudian acara ditutup dengan sarasehan dan ramah tamah serta foto bersama dengan Forkompimda dan perangkat desa di pendopo rumah dinas Bupati Wonogiri. (sumber : sendang-wonogiri.desa.id)

Komentar Facebook

You may also like...