Beras RASTRA di Desa Pare sudah datang.

DESA PARE – Hari Rabu, 14 Februari 2018 kemarin droping beras Rastra untuk keluarga miskin di Desa Pare datang. Mulai Januari 2018 Program Subsidi Beras (Raskin) telah berakhir dan bergantih menjadi program yang lebih baik lagi yakni :

Bantuan Sosial Rastra (Bansos Rastra) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Subsidi Raskin yang sudah berjalan selama 19 tahun berubah menjadi Bansos Rastra. Maka jika sebelumnya penerima rastra (raskin) harus membayar harga tebus Rp1600 per kilo, maka mulai Januari 2018 tidak ada kewajiban membayar karena sudah bansos, dari total 15,6 juta penerima subsidi rastra, mulai tahun 2018 akan bertransformasi menjadi 10 juta penerima BPNT dan 5,6 juta penerima bansos rastra. Kedua program ini berbeda, namun kesamaanya adalah tidak ada biaya tebus yang harus dibayarkan sama sekali oleh penerima manfaat.

BPNT adalah bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli pangan di e-Warong KUBE PKH, Rumah Pangan Kita, atau pedagang bahan pangan yang bekerja sama dengan Bulog dan Bank Himbara. Sistem yang dipakai dalam penyaluran BPNT ini menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang multi fungsi, yaitu sebagai e-wallet yang dapat menyimpan data penyaluran bantuan pangan serta berfungsi sebagai kartu tabungan. Dengan sistem ini, BPNT akan langsung disalurkan ke rekening penerima manfaat dan hanya dapat digunakan untuk membeli bahan pangan berupa beras dan telur sesuai item yang ditetapkan pemerintah. Sementara untuk bansos rastra akan berupa telur dan beras. Dua komoditas ini dipilih berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa belanja terbesar dari masyarakat kurang mampu kebutuhan terbesar adalah pada beras dan telur,

Terobosan baru dalam upaya pengentasan kemiskinan ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program rastra. BPNT telah dilaksanakan secara bertahap di 44 kota pada tahun 2017. Selanjutnya, pada tahun 2018 BPNT akan diperluas pelaksanaannya di 118 Kabupaten dan 98 Kota. Sementara bagi yang belum mendapatkan BPNT akan diberikan Bansos Rastra, yang menandakan bahwa penerima program menerima secara gratis tanpa bayar apapun.

Sementara untuk Desa Pare sendiri penerima program rastra di bulan Februari ini sebanyak 353 nama , yang kemudian terbagi ke 11 Dusun. Beras rastra yang kali ini datang agak sore, sekira pukul 14.30 WIB dan petugas rastra Suharto yang juga sebagai Kasi Kesra Pemerintah Desa Pare, langsung menginformasikan kepada para Kepala Dusun untuk mendistribusikan kepada masyarakat penerima.

Selama ini mutu beras yang kami terima hamper selalu berubah-ubah, terkadang bersih sekali dengan sedikit pecahan beras terkadang pula berasnya agak sedikit kurang sedap di pandang “ujar Suharto menutup pembicaraan untuk meneruskan distribusi beras rastra ini (admin)

Komentar Facebook

You may also like...

Leave a Reply