TIDAK ADA HUJAN TAPI TERJADI TANAH LONGSOR DI DUSUN SUMBER

DESA PARE – Dalam musim hujan tahun ini, semua warga Desa Pare harus lebih waspada, khusunya warga di perbatasan lereng pegunungan yang ada di Desa pare. Pasalnya Desa Pare termasuk kategori daerah yang Rawan dengan Tanah longsor. Hal ini karena Desa Pare sebagian berada di lereng gunung atau perbukitan.

Pada hari ini Minggu, 25 Februari 2018, di Dusun Sumber telah terjadi tanah longsor. Hal ini di akibatkan karena beberapa hari hujan yang sangat lebat telah mengguyur di sekitaran wilayah Dusun Traman, Dusun Sumber, Dusun Randubang dan sekitarnya. Hampir 1 mingguan tiap hari selepas pukul 13.00 WIB turun hujan yang sangat lebat di sertai angin, setiap hari antara 2 sampai 3 jam. Namun sebenarnya waktu ada kejadian tanah longsor cuaca cerah, hanya sedikit mendung dan tidak hujan. Karena guyuran hujan beberapa hari mengakibatkan tarjadi penyimpanan air di lereng Gunung Sembung di atas Dusun Sumber. Karena tanahnya labih, maka pada sekira pukul 16.00 WIB telah terjadi tanah longsor di wilayah Dusun Sumber yang menutup ruas jalan menuju Dusun Traman. Setelah mengetahui keadaan yang seperti itu, warga Sumber secara bergotong royong mengadakan kerjabhakti untuk menggali longsoran tanah yang menutup jalan. Kebetulan Setyono, warga Dusun Traman melintas di tempat kejadian tanah longsor, kemudian memanggil teman-tmannya karang taruna Dusun Traman untuk bersama-sama membantu kerjabhakti membersihkan tanah longsoran yang menutup ruas jalan menuju Dusun Traman.
Karena begitu banyaknya tanah yang longsor dan hari semakin gelap, maka dalam membersihkan longsoran tersebut terjadi kesepakatan bahwa, tanah yang di bersihkan sementara sebagian kecil saja dulu, berupaya agar Sepeda Motor bisa melintasi di jalan tersebut. Sebagian lagi ada yang membawa gergaji mesin atau Shinsaw, untuk memotong kayu – kayu yang roboh akibat tanah longsor tersebut. Untuk mempercepat proses pemotongan kayu, 2 relawan yaitu Maya Prana dan Wibowo mengambil peralatan gergaji mesin dan langsung memotong kayu-kayu yang ikut longsor. Sebenarnya Maya Prana berinisiatif menghidupkan Jenset untuk penerangan kalau mau dilanjutkan kerja bhakti. Namun Saniman, Kadus Traman yang merangkap sebagai Kadus Sumber mengingatkan bahwa, karena tanah longsoran terlalu banyak, walaupun di lembur belum tentu bisa selesai malam ini. Lagian kondisi semakin gelap dan tidak terlihat bagaimana situasi dn kondisi di atas, di khawatirkan kalau terjadi longsor susulan. Maka lebih baik kerjabhakti dihentikan dulu. Dengan demikian sekira pukul 18.00 WIB tadi baik warga Dusun Sumber maupun Dusun Traman berhenti kerjabhakti.
Dusun Sumber terletak di lereng Gunung Sembung. Wilayahnya di lereng perbukitan dan terindikasi rawan tanah longsor, demikian juga dengan halnya Dusun Randubang, Dusun Traman, Ngroto, Dusun Susukan dan Dusun Serut. Dusun – dusun ini di tahun – tahun yang lalu pernah mengalami tanah longsor. Dan yang sudah di nyatakan daerah Zona Merah oleh BPSDM Jawa Tengah adalah Dusun Randubang dan Dusun Traman. (Admin)
.

Komentar Facebook

You may also like...

Leave a Reply