Rapat Koordinasi Jemput Bola Rekam Data e-KTP Bersama Camat Selogiri, Drs. Sigit Purwanto, M.Pd.

Contoh KTP Elektronik

DESA PARE – Menindaklanjuti hasil rapat kependudukan pada hari Jum’at 23 Februari 2018 di Disdukcapil Kabupaten Wonogiri, bahwasanya perlunya koordinasi untuk pengoptimalan rekam data e-KTP dalam rangka persiapan Pemilu 2019. Maka pada hari Rabu 28 Februari 2018, di Pendapa Kecamatan Selogiri di adakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Rekam Data e-KTP jemput bola di wilayah Selogiri, yang di Hadiri oleh Kepala Desa beserta Kasi Pemerintahan Desa se Kecamatan Selogiri. Dalam rapat berkenan membuka acara sekaligus menyampaikan materi dimaksud yaitu Wukir Sumedi Kasi Pemerintahan Kecamatan Selogiri dan di lanjutkan Sambutan serta arahan dari Drs. Sigit Purwanto, M.Pd. Camat Selogiri.

Drs. Sigit Purwanto, M.Pd. Camat Selogiri dalam sambutannya menyampaikan : “Menurut catatan data di kantor Kecamatan Selo

giri, balum seluruh warga melaksanakan rekam Data e-KTP, terutama bagi warga yang tidak bisa jalan, jompo dan yang sudah tempo. Kalau nanti di sepakati mengadakan jemput bola untuk rekam data e-KTP bagi mereka, tentu alatnya dibawa ke desa. Sedangkan peralatan untuk Rekam Data e-KTP di Kecamatan Selogiri hanya ada 1 unit. Selama ini pelaksanaan Rekam data e-KTP langsung on line dan terhubung ke server Kemendagri Pusat Jakarta. Sehingga kalau alat di bawa ke desa untuk jemput bola, tentu pelaksanaannya secara off line, karena Aplikasinya juga tidak bisa dan tidak mungkin di masukkan ke Lap top. Dan hal ini tentu sangat ribet karena prosesnya harus 2 X, di desa entri data dan perekaman secara off line dan sesampainya di Kantor Kecamatan harus entri data lagi untuk bisa di on line kan.

Kendalanya adalah masyarakat jompo dan yang tidak bisa jalan, tapi kalau pelaksanaan Rekam data e-KTPnya di Kantor Kecamatan bisa langsungg on line dan data langsung nyampai ke pusat.”

Lebih lanjut disampaikan pula bahwa untuk Pemilu, penggunaan hak suara di TPS harus bisa menunjukkan e-KTP atau Surat Keterangan (Suket). Setelah didiskusikan seluruh hadirin, sepakat bahwa Untuk Selogiri belum perlu jemput bola, karena pertimbangan jangkauannya yang masih terhitun

g cukup dekat dengan Kantor Kecamatan. Namun dari Wukir Sumedi, Kasi Pemerintahan Kecamatan Selogiri menyampaikan bahwa jemput bola tetap di fasilitasi dan akan di jadwalkan pelaksanaannya, karena kecamatan wajib melaporkan kegiatan jemput bola rekam data e-KTP yang dimaksud.

Hal penting yang harus dicermati :

  1. Bagi anak umur 4 tahun, pengurusan KIA nya ditunda sampai umur 5 tahun, karena ketentuannya untuk anak yang baru lahir sampai umur 4 tahun KIA nya langsung jadi tanpa foto, sedangkan untuk anak 5 tahun ke atas harus sudah pakai foto.
  2. Untuk anak usia 16 tahun lebih 6 bulan pengurusannya juga menunggu sampai usia 17 tahun untuk pembuatan dan rekam data e-KTP.

Kemudian dalam acara ramah tamah Drs. Sigit Purwanto, M.Pd. Camat Selogiri menegaskan, Legali

 

sir KK dan KTP itu sekarang tidak di pak Camat. Jadi un

tuk kepentingan – kepentingan tertentu, legalisir KTP dan KK tetap ke Dispendukcapil. Ini sekaligus menyikapi warga

masyarakat yang tidak tau, ada yang berpendapat bahwa, “saiki legalisir KK KTP thik angel temen”. Camat, atau kecamatan tidak boleh mengesahkan KTP atau KK, jadi hanya sebatas mengetahui saja. Apalagi tandatangan di KK maupun di Ktp. Pada jaman dulu yang mengeluarkan dan tandatangan KK dan KTP itu Camat, makanya legalisir cukup Camat, hla sekarang yang mengeluarkan KK dan yang tandatangan di KTP, itu Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan sipil, jadi untuk legalisir, harus ke Kantor Dispendukcapil.

Lebih lanjut Nunik, Kasi Pelayanan Kecamatan Selogiri menyampaikan, “Pelaksanaan Foto untuk e-KTP itu seumu

r hidup Cuma 1 x, jadi foto pertama kali yang di akui oleh pusat itu adalah dimana tempat Foto 1 x di lakukan. Walaupun sampai sekarang KTP nya belum jadi, tapi sudah pernah foto untuk rekam data e-KTP, ini sudah tidak bisa melakukan foto lagi di lain tempat. Realita di lapangan selalu aja ada orang yang mengaku belum pernah melakukan foto untuk rekam data e-KTP, tapi setelah mau di proses untuk foto, ternyata sistem komputer yang tidak mau memproses, artinya foro sudah ada dan komputer yang menunjukkan bahwa seseorang itu sudah pernah foto. Kalau sudah pernah rekam data, itu bisa di cek, KTP nya baru proses, baru coklit, sudah jadi atau belum jadi dan dimanapun di lakukan foto, selama masih di Indonesia, itu semua bisa di cek melalui sistem.

Untuk di Kartu KIS, ternyata yang tercetak, kadang nama sama NIK itu tidak sesuai. Dan itu kedepan tentu sangat mengganggu sekali bisa tidaknya kartu itu digunakan. Kadang nama di KIS sesuai dengan yang di KTP, tapi NIK di Kartu KIS, kadang TIDAK sesuai dengan yang di KTP. Jadi pada saat legalisasi, kami menggunakan ketentuan Adminduk. Jadi kalau NIK tidak sesuai, kami tidak berani memberikan legalisasi. Dan itu mungkin di anggap menghambat fasilitasi untuk urusan kesehatan. Kemarin sudah ada beberapa dan sekarang sudah dikoordinasikan dengan Dinas Sosial dengan TKSK. (Admin)

Komentar Facebook

You may also like...

Leave a Reply