Gebrak PSN Di Desa Pare

DESA PARE – Menindaklanjuti hasil Koordinasi Camat Selogiri, Drs. Sigit Purwanto, MPd dengan Kepala  UPTD Puskesmas Selogiri, dr. Hermanto pada hari Rabu, 7 Februari 2018, sesuai dengan Surat Edaran Camat Selogiri tertanggal 28 Februari 2018, maka pada hari ini, Jum’at, 13 Maret 2018, warga masyarakat Desa Pare melaksanakan Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk (GEBRAK PSN ) dan menerima Sosialisasi Program Pengendalian Penyakit DBD  yang di sampaikan oleh TIM II PUTD Puskesmas Selogiri.

Waraga Desa Pare berpose setelah melaksanakan Gebrak PSN

Pada kegiatan Gebrak PSN ini, TIM II dari PURD Puskesmas Selogiri yang terdiri dari : Sri Sularti, S.Kep,Ns, Anik Suryanti SST, Titik Widiyastuti, Rahayu Fitri, AMK, Seno Raharjo, SKM, MM, dan Bidan Desa, Ucik Kurniadewi, berkeliling memantau pelaksanaan Gebrak PSN di Wilayah Desa Pare yang di mulai dari pukul 07.30 WIB. Dimulai dari utara, yaitu Dusun Tlogorejo, Dusun Tandon, Dusun Pare, dan di Pare singgah sebentar di Balai Desa Pare, dilanjutkan keliling ke Dusun Tangkluk, Dusun Serut, Dusun Susukan, Dusun Gondang, Dusun Josari dan Dusun Sumber. Ada 2 Dusun yang tidak terjangkau oleh TIM, yaitu Dusun Traman dan Dusun Randubang, karena letak geografisnya yang tidak memungkinkan kendaraan / mobil yang ditumpangi TIM menjangkau ke 2 dusun tersebut. Akan tetapi di 2 dusun tersebut telah melakukan kegiatan PSN rutin tiap 2 minggu 1 kali.

Warga bersama TIM II PUTD Puskesmas Selogiri

Dalam memantau kegiatan kegiatan Gebrak PSN ini, TIM berangkat dari PUTD Puskesmas Selogiri, semua membawa peralatan antara lain : Abate, Baterai, Alat Pembersih dan Sendok makan. Dalam pantauannya, TIM memberikan Informasi dan Sosialisasi akan pentingnya melakukan PSN secara rutin tiap 2 minggu 1 kali, dan cara – cara PSN yang efektif. Dalam orasinya disampaikan bahwa : Program pemberantasan demam berdarah dengue dengan melakukan pembasmian nyamuk Aedes Aegpty yang berperan sebagai pembawa virus dengue. Ada banyak metode yang bisa dilakukan untuk mengendalikan jumlah nyamuk, yang dianggap tepat dan efektif.Pengendalian nyamuk ini bisa dilakukan baik dengan pengendalian lingkungan, pengendalian secara biologis dan kimiawi. Semua upaya ini dilakukan agar kasus demam berdarah bisa mengalami penurunan atau bahkan tidak lagi ditemukan.

Upaya pertama yang bisa dilakukan untuk mengendalikan nyamuk penyebab DBD adalah dengan mengendalikan lingkungan terlebih dahulu. Lingkungan ini jangkauannya luas ya Mak, dimulai dari rumah hingga lingkungan sekitar. Pengendalian secara lingkungan ini dilakukan dengan tujuan membatasi ruang nyamuk untuk berkembang biak, sehingga harapannya nyamuk penyebab DBD ini bisa musnah. Program 3M yang sudah sangat kita kenal, menjadi salah satu cara mengendalikan perkembangbiakan nyamuk secara lingkungan. Secara lengkap, pemberantasan sarang nyamuk secara lingkungan, bisa dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

  1.  Program 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur )
  • Menguras tempat penampungan air secara teratur, setidaknya seminggu sekali. Kenapa harus seminggu sekali ? karena telur nyamuk membutuhkan waktu sekitar 7-10 hari untuk bisa berubah menjadi nyamuk. Jadi sebelum telur itu berubah jadi nyamuk, tempat perkembangbiakannya sudah kita bersihkan.
  • Menutup rapat tempat penampungan air, ini juga dilakukan agar tempat-tempat tersebut tidak bisa dijadikan nyamuk untuk berkembangbiak
  • Mengubur dan menyingkirkan barang-barang bekas yang bisa menampung air
  1.  Mengganti air yang ada pada vas bunga atau tempat minum di sarang burung, setidaknya dilakukan seminggu sekali
  2.  Membersihkan saluran air jika tersumbat oleh sampah, karena setiap genangan air bisa dimanfaatkan oleh nyamuk untuk berkembang biak.

Pengendalian Secara Biologis 

Upaya mengendalikan nyamuk juga tidak hanya dilakukan dengan program lingkungan seperti 3M saja. Upaya lainnya juga dilakukan secara biologis yaitu dengan memanfaatkan hewan atau tumbuhan yang bisa. Cara yang dianggap paling efektif adalah dengan memelihara ikan cupang yang dimasukkan ke dalam kolam. Ikan cupang ini bisa memakan jentik-jentik nyamuk yang ada dalam tempat penampungan air atau kolam. Tidak hanya penaburan bubuk abate, pengendalian secara kimiawi yang biasa dilakukan di masyarakat adalah dengan melakukan fogging atau pengasapan.

Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M Plus

Agar program pemberantasan sarang nyamuk bisa lebih efektif, maka kini pemerintah mencanangkan program yang lebih komplit yaitu dengan menambahkan PLUS pada program 3M sebelumnya. Apa saja program PLUS itu, sebagai berikut :

  1. Memelihara ikan cupang, pemakan jentik nyamuk
  2. Menaburkan bubuk abate pada kolam atau bak tempat penampungan air, setidaknya 2 bulan sekali. Takaran pemberian bubuk abate yaitu 1gram abate / 10 liter air. Tidak hanya abate, Mak juga bisa menambahkan zat lainnya yaitu altosoid pada tempat penampungan air dengan takara 2,5 gram / 100 liter air. Abate dan altosoid bisa Mak dapatkan di puskesmas, apotik atau toko bahan kimia.
  3. Menggunakan obat nyamuk, baik obat nyamuk bakar, semprot atau elektrik
  4. Menggunakan krim pencegah gigitan nyamuk
  5. Melakukan pemasangan kawat kasa di lubang jendela/ventilasi untuk mengurangi akses masuk nyamuk ke dalam rumah
  6. Tidak membiasakan menggantung pakaian baik pakaian baru atau bekas di dalam rumah
  7. Sangat dianjurkan untuk memasang kelambu di tempat tidur.(admin)

 

Komentar Facebook

You may also like...

Leave a Reply