Jemput Bola Rekam Data e-KTP di Desa Pare

DESA PARE – Hari ini Senin, 16 April 2018 telah dilaksanakan Jemput Bola Rekam Data KTP Elektronik di Kantor Balai Desa Pare. Hal ini berkaitan dengan Surat dari Camat Selogiri perihal Jemput Bola Perekaman KTP – el Bagi Calon Pemilih yang Belum Perekaman KTP – el. Tujuan di adakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan tertib administrasi kependudukan utamanya kepemilikan KTP elektronik bagi wajib KTP dan dalam rangka menghadapi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur ( Pilgub ) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018.

Petugas mempersiapkan alat

Petugas mempersiapkan Peralatan untuk Perekaman Data KTP Elektronik (dok : desa.id Foto : Mariyanto)

Petugas / TIM dari Kecamatan Selogiri yang bertugas di Desa Pare adalah : Kasi Tata Pemerintahan, Agus Haryanto, S.Sos,Kasi Pelayanan,  Sriyani, S.Sos,Staf Pelayanan,  Manto, dan Supriyanto. Dalam mengadakan Jemput Bola Rekam Data KTP Elektronik dilaksanakan secara offline. Selanjutnya akan di on line kan setibanya di Kantor Kecamatan.

Petugas menerima pendaftaran

Petugas mulai menerima foto copy KK, untuk pendaftaran perekaman data e-KTP (dok : desa.id Foto : Mariyanto)

Kegiatan perekaman dimulai pukul 08.30 WIB dengan cara, warga yang akan rekam antri dengan mengumpulkan foto kopy KK, selanjutnya memanggil satu per satu warga yang telah antri. Data akan di croscek kebenarannya apakah sudah sesuai dengan nama & data dirinya seperti tempat dan tanggal lahir sehingga tidak ada kesalahan ketika tercetak di keping E-KTP. Hingga Pukul 12.000 WIB warga yang melakukan rekam E-KTP Kantor Balai Desa Pare berjumlah 23 orang, kemudian Petugas melanjutkan Jemput Bola Perekaman e-KTP ke rumah warga. Terlebih dahulu menuju Rumah mbah Sayem di Dusun Tangkluk. Mbah Sayem adalah seorang yang sudah tua renta, umur kisaran 95 tahun an, keadaanya juga sudah berubah, kalau orang bilang “mbah ki wis malih kaya cah cilik”. Mbah sayem itu sudah berubah seperti anak kecil (admin). Di bangunkan dari tidurnya susah, begitu mau dibangunkan,  di Foto tidak bisa karena tidak mau di arahkan dan selalu berontak. Berulang kali di coba tapi gagal terus, akhirnya petugas menyerah, dan artinya 1 orang gagal untuk Perekaman Data KTP Elektroniknya. Setelah gagal, berikutnya melayani simbah-simbah yang sudah pada jompo, ada yang jalannya di pegangi beberapa orang tetangganya, dan juga ada yang di bopong. Yang melakukan perekaman selama di Dusun Tangkluk ada 5 orang, tapi gagal 1 orang. Kemudian di lanjutkan ke Dusun Susukan menuju rumah mbah Ngadiyah, umur 100 an tahun lebih. Tapi untuk mbah Ngadiyah ini nurut, diarahkan petugas ngikut, jadinya cepet selesai. Setelah mbah Ngadiyah, ada 1 orang gadis yang berumur 17 tahun ikut Rekam Data KTP Elektronik. Sehingga yang malakukan perekaman di Dusun Susukan ada 2 orang. Kegiatan perekaman ini hanya diperuntukkan bagi warga yang belum melakukan perekaman, adapun mereka yang kehilangan KTP atau rusak tetap harus melalui mekanisme mencari surat pengantar dari desa dan melampirkan surat kehilangan dari polsek setempat.

Warga mulai Rekam

Warga mulai melaksanakan perekaman data e-KTP (dok : desa.id Foto : Mariyanto)

“Kegiatan ini sudah dilaksanakan di beberapa desa dan kelurahan sesuai yang telah disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan,” ujar Manto, selaku operator perekaman. Perekaman E-KTP tidak akan mungkin dapat selesai 100 persen karena setiap harinya akan ada warga yang baru memasuki usia wajib E-KTP. Oleh karenanya jumlahnya akan terus bertambah. “Namun dengan upaya jemput bola yang dilakukan, akan ada dampak semakin cepat warga melakukan perekaman dan segera mendapatkan kepingan E-KTP,” ungkap Mariyanto, Kasi Pelayanan Desa Pare.

nenek-nenek rekam data e-KTP

Seorang nenek-nenek juga sangat antusias mengikuti Rekam data e-KTP (dok : desa.id Foto : Mariyanto)

Pemerintah Desa Pare melalui Kepala Desa Pare, Sugeng, menyambut baik dengan pelaksanaan kegiatan ini. Karena dengan kegiatan ini tidak ada lagi alasan bagi warga untuk tidak melakukan perekaman, terkecuali bagi mereka yang secara fisik betul-betul tidak bisa melakukan perekaman seperti cacat fisik, atau sedang menderita satu penyakit yang membuat yang bersangkutan tidak bisa melakukan aktivitas sebagaimana orang lain.

Pelaksanaan Jemput Bola Rekam Data KTP Elektronik di tutup pada pukul 12.00 WIB. Namun karena masih ada  (admin)

Lihat Video nenek – nenek yang sudah Jompo dan mbah Sayem Tangkluk disini.

Berikut ini dokumentasi pelaksanaan kegiatan Rekam Data e-KTP di Desa Pare :

 

Dokumen Rekam DAta e-KTP

Dokumen Pelaksanaan Rekam Data e-KTP di Desa Pare (dok : desa.id Foto : Mariyanto)

Komentar Facebook

You may also like...

Leave a Reply