Dinas PMD Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Bimbingan Penyusunan RPJMDesa

DESA PARE  – Hari ini, Rabu, 18 April 2018 masih berlangsung Bimbingan Penyusunan RPJMDesa yang bertempat di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau PMD Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini diselenggarakan dari tanggal 16 sampai dengan 28 April 2018. Pesertanya terdiri dari Sekretaris Desa atau Sekdes dan Kasi Pemerintahan dari 50 desa yang Kepala desanya akan berakhir masa jabatannya pada akhir tahun ini.

<p align="center">Peserta Bimbingan Penyusunan RPJMDesa mengikuti kegiatan dengan seksama</p>

Peserta Bimbingan Penyusunan RPJMDesa mengikuti kegiatan dengan seksama

Dasar dilaksanakannya kegiatan ini adalah, dalam rangka pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Kepala Desa wajib menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM-Desa).

Peserta menerima penjelasan tentang tata cara penyusunan RPJMDesa

Peserta menerima penjelasan tentang tata cara penyusunan RPJMDesa

Proses penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM-Desa) memerlukan koordinasi antar instansi pemerintah dan partisipasi seluruh pelaku pembangunan di tingkat desa, melalui suatu forum yang disebut sebagai Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang. Dalam pelaksanaannya dipertegas dengan Permendagri nomor 114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Perencanaan Pembangunan Desa  dan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Pedoman Tata Tertib Dan Mekanisme Pengambilan Keputusan Musyawarah Desa.

Para perangkat desa tetep antusias mengikuti bimbingan penyusunan RPJMDesa

Para perangkat desa tetep antusias mengikuti bimbingan penyusunan RPJMDesa

Untuk memfasilitasi penyelenggaraan Musrenbang terdapat beberapa pedoman tentang Musrenbang yang dapat digunakan sebagai rujukan, dengan penjelasan sebagai berikut:

 

  • Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM-Desa) ádalah dokumen perencanaan untuk periode 6 (enam) tahun yang memuat arah kebijakan pembangunan desa, arah kebijakan keuangan desa Desa, kebijakan umum, dan program Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lintas OPD, dan program prioritas kewilayahan, Pembangunan Kawasan Perdesaan disertai dengan rencana kerja.

 

  • Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang Desa) adalah forum musyawarah tahunan yang dilaksanakan secara partisipatif oleh para pemangku kepentingan desa (pihak berkepentingan untuk mengatasi permasalahan desa dan pihak lain yang akan terkena dampak hasil musyawarah) untuk menyepakati kegiatan di desa 6 (enam) dan 1 (satu) tahunan.

 

  • Musrenbang Desa dilaksanakan dengan memperhatikan rencana pembangunan jangka menengah desa, kinerja implementasi rencana tahun berjalan serta masukan dari nara sumber dan peserta yang menggambarkan permasalahan nyata yang sedang dihadapi.

 

  • Narasumber adalah pihak pemberi informasi yang perlu diketahui peserta Musrenbang untuk proses pengambilan keputusan hasil Musrenbang.

 

  • Peserta adalah pihak yang memiliki hak pengambilan keputusan dalam Musrenbang melalui pembahasan yang disepakati bersama.

 

 

Perencanaan yang dilakukan oleh masyarakat adalah secara partisipatif yaitu mulai dari penggalian gagasan di tingkat kelompok baik secara formal dan non formal. Penggalian gagasan lebih membicarakan persoalan pembangunan secara luas dan menyeluruh dalam bentuk jangka pendek, menengah yang menjadi kebutuhan masyarakat. Penggalian gagasan sendiri dirumuskan dalam musyawarah Dusun, Musyawarah-Musyawarah formal dan non formal lainnya.

Pendamping Desa Kabupaten Wonogiri, Satya Graha sedang menjelaskan tentang bagaimana cara penyusunan RPJMDesa.

Pendamping Desa Kabupaten Wonogiri, Satya Graha sedang menjelaskan tentang bagaimana cara penyusunan RPJMDesa.

Disampaikan oleh tutor pada bimbingan penyusunan RPJMDesa ini, Satya Graha bahwa, “ Pemerintah Desa itu ibaratnya sebuah BUS. Dimana bus tersebur pasti ada sopirnya, ada krunya dan juga ada penumpangnya. Sopirnya adalah Kepala Desa, Krunya adalah Perangkat Desa, dan Penumpangnya adalah Warga masyarakat Desa. Masa jabatan Kepala Desa selama 6 tahun. Sehingga visi dari Kepala Desa itu di terjemahkan secara bertahap selama 6 tahun itu”. Di bilang visinya berhasil kalau selama menjabat 6 tahun itu semua programnya bisa dilaksanakan dengan baik. “Sopir tidak serta merta mengangkut seluruh penumpang sekaligus, karena keterbatasan muatan bus itu sendiri” imbuhnya. Demikian juga Kepala desa dalam melaksanakan programnya, tentu harus menentukan skala prioritas, karena tidak mungkin semua programnya diselesaikan sekaligus dalam tahun pertama. Dengan demikian tentunya program – program dari Kepala Desa itu dikerjakan secara bertahap selama 6 tahun sesuai dengan masa jabatannya. Dan semua program itu harus disusun melalui RPJMDesa. Dalam RPJMDesa juga hatus di bentuk sebuah TIM, minimal 7 orang dan maximal 11 orang. Yang waktu tahun-tahun lalu disebut TIM 11. Dan sebagai Katua TIM adalah Sekretaris Desa atau Sekdes. Dalam penyusunan RPJMDesa dibutuhkan data yang berasal dari RT, RW atau Dusun. Program dusun dimusduskan, untuk dibawa ke tingkat desa, sehingga semua usulan dari musdus jadi bahan untuk Musrenbangdes. Selanjutnya di susunlah RPJMDesa. (admin)

Komentar Facebook

You may also like...

1 Response

  1. Agung says:

    Mantab pak…

Leave a Reply