Rakor Penanggulangan HIV – AIDS DI Rumah Dinas Bupati Wonogiri

WONOGIRI, pare.desa.id | – Hari ini, Selasa (08/05/2018)  telah di gelar “Rapat Koordinasi Penanggulangan HIV – AIDS Kabupaten Wonogiri” yang bertempat di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri. Adapun peserta rapat terdiri dari unsur Forkompimda Kabupaten Wonogiri, TP PKK, Camat se-Kabupaten Wonogiri, Kades se-Kabupaten Wonogiri dan Karang Taruna Kabupaten Wonogiri. Rapat dimulai pada pukul 09.00 WIB dan selesai pada pukul 12.00 WIB.

 

 

Rakor Penanggulangan HIV - AIDS

Bupati dan para nara sumber dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan HIV – AIDS di Kabupaten Wonogiri. (doc. desa.id Foto : Iwan)

Rakor Penanggulangan HIV - AIDS

Peserta Rapat Koordinasi Penanggulangan HIV – AIDS di Pendapa Rumah Dinas bupati Wonogiri. (doc. desa.id Foto : Mariyanto)

Rapat Koordinasi Penanggulangan HIV – AIDS ini dilaksanakan dalam rangka upaya penguatan penanggulangan HIV – AIDS dan koordinasi lintas sektoral serta evaluasi pelaksanaan program penanggulangan penyakit HIV – AIDS di Kabupaten Wonogiri. Adapun salah satu tujuan dari penyelenggaraan kegiatan rapat koordinasi komisi penanggulangan HIV/AIDS ini adalah Untuk meningkatkan pemahaman para peserta dalam penanggulangan HIV dan AIDS mulai dari pencegahan (preventif), penanganan (promotif) dan pemulihan (rehabilitatif).

Rakor Penanggulangan HIV - AIDS

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo memberikan sambutan dan pengarahan kepada peserta Rakor Penanggulangan HIV – AIDS di Kabupaten Wonogiri. (doc. desa.id Foto : Iwan)

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo (Jekek) menyampaikan bahwa, “Kesadaran kolektif merupakan pilar utama untuk menangani permasalahan penderita HIV – AIDS”. Bupati juga memberikan apresiasi yang luar bisa buat Triyarsi, seorang perempuan penderita HIV – AIDS dari Dusun Sidowayah, Desa Ploso Kecamatan Purwantoro, yang sebelum acara sambutan dan pengarahan bupati memberikan testimoni dihadapan seluruh peserta rapat. Triyarsi menceritakan keadaan sebenarnya tentang dirinya yang menderita HIV – AIDS.

Rakor Penanggulangan HIV - AIDS

Triyarsi, penderita HIV – AIDS yang berasal dari Dusun Sidowayah, Desa Ploso Kecamatan Purwantoro dalam memberikan testimoni di hadapan seluruh peserta rapat di Pendapa Rumah Dinas bupati Wonogiri. (doc. desa.id Foto : Iwan)

Triyarsi bercerita bahwa, mengetahui kalau dirinya menderita penyakit HIV – AIDS itu pada tahun 2011, suaminya meninggal pada tahun 2010. Suaminya bekerja merantau di Surabaya, sedangkan dirinya juga bekerja di sebuah pabrik berada di Surabaya. Suaminya sering pulang malam, tapi Triyarsi tidak pernah tau perginya kemana, karena dia sendiri sepulang kerja dari pabrik, di rumah langsung istirahat karena badannya capek. Sebelum meninggal, suaminya menderita sakit yang tidak diketahui penyakitnya itu apa, karena sudah berobat kemana-mana tapi jenis penyakit yang diderita tidak diketahui. Setahun setelah suami Triyarsi meninggal, dia juga menderita sakit sariawan yang tak kunjung sembuh walaupun sudah berobat kemana-mana juga. Dan baru diketahuilah bahwa sariawan yang dideritanya itu salah satu akibat dari Virus HIV. Sejak itulah Triyarsi mengetahui kalau dirinya menderita penyakit HIV – AIDS dan masih terus berobat ke RSUD Sudiran Mangun Sumarso Wonogiri sampai sekarang.

Rakor Penanggulangan HIV - AIDS

Dr. Adhi Darma, MM menyampaikan lapor penyelenggaraan Rapat Koordinasi Penanggulangan HIV – AIDS kepada seluruh hadirin peserta rapat. (doc. desa.id Foto : Mariyanto)

Dr. Adhi Darma, MM dalam laporannya menyampaikan bahwa penderita HIV – AIDS Kabupaten Wonogiri meningkat tajam yang tersebar di 25 kecamatan se-Kabupaten Wonogiri. Awal diketahui ada penyakit HIV – AIDS di Kabupaten Wonogiri pada tahun 2001, ada 2 orang perempuan yang terjangkit Virus HIV – AIDS, pada tahun 2007 ada 4 orang dan pada tahun 2017 ada 388 orang terdiri dari Laki-laki sebanyak 215 dan Perempuan sebanyak 173 orang dengan rincian HIV = 135 AIDS = 253. Sedangkan hingga bulan Maret 2018 jumlah penderita mencapai 418 orang, yang masih hidup sebanyak 293 orang dan yang meninggal sebanyak 125 orang. Tidak 1 kecamatanpun di Kabupaten Wonogiri yang terbebas dari HIV – AIDS, dan penderitanya berkisar antara umru 20 hingga 40 tahun, ini adalah usia produktif, sehingga perlu penanganan yang serius dari semua kalangan agar penderita HIV – AIDS di Kabupaten Wonogiri bisa dikendalikan. Dr. Adhi Darma, MM berharap kepada Bupati, “Sesarengan mbangun Wonogiri, juga sesarengan mbangun Kesehatan”. (admin)

Komentar Facebook

You may also like...

2 Responses

  1. Semakin mantab….maju terus Desa Pare

Leave a Reply