Pengajian Akbar Menyambut Bulan Ramadhan 1439 H Di Balai Desa Pare

PARE, pare.desa.id – Tadi Malam, Senin (14/05/2018) telah diselenggarakan Pengajian Akbar, menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1439 H bersama Ustad KH. Nur Kholis, Pengasuh Pondok Pesantren Putra – Putri “NURUL FALLAH” Sribit, Sidoharjo, Sragen, bertempat di Balai Desa Pare. Kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan musyawarah Pemerintah Desa Pare dengan Forum Sholat Ied Desa Pare, Takmir Masjid se-Desa Pare, Badko TPQ Desa Pare, sedangkan maksud dan tujuannya adalah untuk menjalin silaturahmi, menjalin ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kwalitas iman dan taqwa untuk meraih kemenangan. Jamaah yang hadir terdiri dari Perangkat Desa, Lembaga Desa, Ketua RW dan Ketua RT se-Desa Pare, Takmir Masjid, Pengurus TPQ, Jamaah Pengajian se-Desa Pare, santriwan santriwati dan masyarakat Desa Pare yang berjumlah kurang lebih 700 orang.

Pengajian Akbar

Penampilan Gerak dan Lagu oleh santriwati dari TPQ Ulul Albab Dusun Susukan, pimpinan Ustadzah Sri Wahyuni.

Pengajian Akbar

Penampilan Hadrah AL MUSTHOFA , TPQ Al Inayah dari Dusun Pare, yang pimpin dan di asuh oleh Ustad Sifaurrahman yang berasal dari Kabupaten Wonosobo.

Pra acara diisi oleh Hadrah AL MUSTHOFA , TPQ Al Inayah dari Dusun Pare, yang pimpin dan di asuh oleh Ustad Sifaurrahman yang berasal dari Kabupaten Wonosobo, dengan lantunan lagu-lagu islami dan sholawatan untuk menyambut datangnya para jamaah di tempat pengajian yaitu di Pendapa Balai Desa Pare. Ikut pula berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan ini, penampilan Gerak dan Lagu oleh santriwati dari TPQ Ulul Albab Dusun Susukan, pimpinan Ustadzah Sri Wahyuni.

Pengajian Akbar

Kepala Desa Pare, Sugeng memberikan sambutan tunggal kepada para Jamaah Pengajian Akbar.

Tepat pukul 20.00 WIB acara Pengajian Akbar dimulai dengan pembacaan serangkaian acara dan dibuka dengan pembacaan Basmalah bersama-sama yang di pandu oleh pembawa acara, Sri Wahyudi, dilanjutkan Laporan dari Ketua Panitia dan sambutan tunggal oleh Kepala Desa Pare, Sugeng. “Dalu menika saking perangkat desa pare bekerja sama kaliyan takmir masjid ugi warga ageng desa pare ngawontenaken pangaosan menjelang ramadhan” ungkapnya.

Dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan tahun ini, diharapkan semua warga masyarakat Desa Pare  yang memeluk agama Islam mempunyai bekal untuk mengisi dan melaksanakan ibadah, baik shalat wajibnya, Puasanya dan ibadah-ibadah yang lain di bulan yang penuh berkah, walaupun setiap tahun bertemu dengan bulan ramadhan dan sebulan penuh selalu mendapatkan pengajian, mungkin bisa saja lupa, makanya pada bulan ramadhan yang akan datang ini perlu pembekalan. Dan pembekalan ini berupa Pengajian Akbar dengan Pembicara Ustad KH. Nur Kholis dari Sragen. Dengan harapan agar capaianya pada tahun ini akan lebih baik dari pada tahun-tahun yang telah lalu.

Pengajian Akbar

Para jamaah mengikuti Pengajian Akbar dengan tenang dan tertib walaupun hanya lesehan di halaman Balai Desa Pare.

Disampaikan pula oleh Sugeng bahwa Tim Pawai dari Desa Pare tidak begitu mengecewakan, karena utusan dari desa Pare untuk mengikuti Pawai Ta’aruf se-Kecamatan Selogiri yang dilaksanakan di Desa Jendi pada Minggu (13/05/2018) TIM Pawai TPQ Ulul Albab Dusun Susukan mendapatkan Juara II se-Kecamatan Selogiri. Ini bisa dijadikan motifasi untuk TPQ yang lain agar lebih giat lagi dalam berlatih dan belajar. Kemudian dilanjutkan pemberian Santunan kepada anak-anak yatim dan kurang mampu di Desa Pare Oleh Ketua Badko,  Untad Mahmud Musthofa yang berjumlah 17 anak.

Pengajian Akbar

Ustad KH. Nur Kholis, Pengasuh Pondok Pesantren Putra – Putri “NURUL FALLAH” Sribit, Sidoharjo, Sragen,memberikan Tausiah kepada para jamaah Pengajian Akbar di Pendapa Balai Desa Pare.

Tepat pukul 21.00 WIB Ustad KH. Nur Kholis naik ke mimbar dan memulai tausiahnya. Banyak sekali petuah-petuah dan nasehat-nasehat yang disampaikannya dalam rangka untuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan 1439 H ini. Tutur bahasanya cukup komunikatif, sehingga sangat mudah difahami dan diterima oleh para jamaah. Disampaikan pula bahwa pada bulan ramadhan itu ada satu malam yang nilainya lebih dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar. “Ana sawijining wengi, sing luwih utama tinimbang 1000 wulan”, demikian ungkapnya. Kemudian diperingatkan pula kepada para jamaah agar “jangan sampai menyebarkan berita hoax” karena yang namanya menyebarkan berita bohong, itu akan merugikan orang lain dan terlebih juga akan sangat merugikan diri sendiri. Karena kalau sudah ketahuan bohongnya, tentu akan sangat sulit untuk mendapatkan kepercayaan lagi. (admin)

Komentar Facebook

You may also like...

Leave a Reply