USG Kehamilan Gratis di RSU Fitri Candra Wonogiri

Peserta Bina Desa

Ibu – ibu anggota LPKK Desa Pare sebagai Peserta Bina Desa. (dok. desa pare – Foto : Angga)

PARE, pare.desa.id – Salah satu program baru dan unggulan dari RSU Fitri Candra yang beralamat di Klampisan, Selogiri, Wonogiri ini adalah USG Kehamilan Gratis tiap hari Jum’at. Hal ini di sampaikan oleh Angga, panggilan akrabnya Humas RSU Fitri Candra Wonogiri sewaktu mengadakan Bina wilayah di Desa Pare pada pertemuan rutin TP PKK Desa Pare yang bertempat di ruang rapat Balai Desa Pare. Kamis, (13/12/18). Tim dari RSU Fitri Candra yang hadir diantaranya, A.S. Angga Kusuma, S.E., Bagian Humas dan Pemasaran, Mayang Megawati, AMD Ft., Bagian Fisioterapi dan Dian Puspitasari, S.Kep.,Ns. Adalah Perawat, serta Ketua dan anggota TP PKK Desa Pare yang berjumlah kurang lebih 50 orang.

Pembuka Materi bina Desa

A.S.Angga Kusuma, S.E., selaku humas dan Pemasaran RSU Fitri Candra mengawali Pertemuan Bina Desa. (dok. desa pare – Foto : Mariyanto)

Dalam megawali acara Bina Desa, Angga menyampaikan bahwa RS Fitri Candra sekarang sudah berubah status yang dulunya Rumah Sakit Bersalin, sekarang sudah menjadi Rumah Sakit Umum, dan jenis Pelayanan RSU Fitri Candra yang sudah berjalan adalah :Spesialis Kebidanan & Penyakit Kandungan, Spesialis Anak, Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Radiologi, Spesialis Saraf, Dokter Gigi, IGD 24 jam,Poli Umum, Poli Spesialis, USG 4 Dimensi, Fisioterapi dan Pijat Bayi, Farmasi, Rontgen, Medical Check Up, Perinatologi, Imunisasi dan Senam Hamil. Untuk pendaftaran pasien bisa lewat Telpon atau sms maupun datang langsung ke RSU Fitri Candra Wonogiri. Namun yang dilayani lebih dahulu adalah pasien yangt elah datang lebih dulu di RSU Fitri Candra.

Materi Bell's Palsy

Mayang Megawati, AMD Ft., Bagian Fisioterapi menyampaikan materi tentang BELL’S PALSY. (dok. desa pare – Foto : Mariyanto)

Sesi berikutnya adalah materi oleh Mayang Megawati, AMD Ft., Bagian Fisioterapi RSU Fitri Candra, menyampaikan tentang BELL’S PALSY. Bell’s palsy adalah kelemahan otot wajah dengan tipe lower motor neuron (LMN) yang disebabkan oleh keterlibatan saraf facialis idiopatik diluar sistem saraf pusat, tanpa adanya penyakit neurologik lainnya. Sindrom ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 1821 oleh seorang anatomis dan dokter bedah bernama Sir Charles Bell (Lowls,2012). Sampai saat ini penyebab Bell’s Palsy masih belum diketahui. Menurut Pranata (2008) penyebab Bell’s Palsy yakni angin dingin yang masuk ke dalam foramen stilomastoideus mengakibatkan n.facialis bisa sembab dan membengkak atau peradangan. Pembengkakan n.facialis ini mengakibatkan pasokan darah ke saraf tersebut terhambat. Hal itu dapat menyebabkan ischemic bahkan nekrosis sehingga fungsi menghantar impuls atau rangsangan terganggu dan menimbulkan kelumpuhan otot-otot wajah.

Ibu-ibu LPKK antusian dalam menerima materi bina Desa

Para peserta yang terdiri dari anggota LPKK Desa Pare dalam acara Bina Desa. (dok. desa pare – Foto : Mariyanto)

Langkah-lagkah yang mesthi di lakukan untuk penderita Bell’s Palsy adalah INTERVENSI FISIOTERAPI. Caranya adalah, HEATING DENGAN INFRA RED RADIATION THERAPY adalah suatu modalitas fisioterapi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik 7700-150.000 A bertujuan untuk rileksasi otot, melancarkan sirkulasi darah dan menghilangkan nyeri, Electrical stimulation adalah suatu modalitas fisioterapi dengan menggunakan arus faradic frekuensi50-100 mHz dengan metode motor point. Tujuan diberikan terapi dengan ES adalah untuk stimulasi saraf, Face massage atau pijat wajah bertujuan untuk merileks kan otot-otot wajah dan membantu stimulasi pada otot-otot wajah yang mengalami kelumpuhan akibat penyakit Bell’s Palsy, dan Mirror exercise adalah suatu bentuk latihan ke pasien dengan media cermin bertujuan untuk melatih gerakan otot-otot wajah secara sinergis.

Materi Demam Berdarah

Dian Puspitasari, S.Kep.,Ns., Perawat RSU Fitri Candra menyampaikan materi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue. (dok. desa pare – Foto : Mariyanto)

Pada sesi berikutnya disampaikan pula materi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue oleh Dian Puspitasari, S.Kep.,Ns., Perawat RSU Fitri Candra. Dia mengatakan bahwa Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedesaegypti. Nyamuk Aedes Aegypti bertelur dan berkembang biak di tempat penampungan airbersih seperti : Tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari : bak mandi, WC, tempayan, drum air, bak menara (Towerair) yang tidak tertutup, sumur gali, Wadah yang berisi air bersih atau air hujan : tempat minum burung, vas bunga, pot bunga, ban bekas, potongan bambu yang dapat menampung air, kaleng serta pada botol, tempat pembuangan air di kulkas dan barang bekas lainnya yang dapat menampung air meskipun dalam volume kecil. Untuk mengantisipasi hal yang kurang baik tersebut harus dilakukan langkah – langkah pencegahan dengan cara, Membasmi jentik-jentik nyamuk dengan cara 3 M Plus, yaitu Menguras, kamar mandi beserta penampungan air bersih dikuras minimal 2 kali seminggu dan taburkan bubuk abathe yang bisa diperoleh di Puskesmas, Menutup, bak mandi atau wadah lain yang memungkinkan nyamuk bertelur harus ditutup untuk mencegah masuknya nyamuk, Mengubur, barang bekas yang memungkinkan tergenangnya air dikubur untuk mencegah nyamuk bertelur, dan Plusnya adalah dengan cara Memantau, lingkungan disekitar rumah. (admin)

Komentar Facebook

You may also like...

Leave a Reply