Puskesmas Selogiri Adakan Kegiatan MMD Di Desa Pare

PARE, pare.desa.id – Dalam rangka untuk menjaga agar masyarakat Desa Pare tetap sehat, maka TIM dari Puskesmas Selogiri mengadakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), bertempat di Ruang rapat Balai Desa Pare. Selasa (22/01/2019) Hadir dalam acara ini TIM dari Puskesmas Selogiri sebanyak 6 personal, unsur Perangkat Desa 14 orang dan dari Kader Posyandu se-desa Pare sebanyak 11 orang, jadi pesertanya berjumlah 31 orang.

Maria Tri Wijayanti menyampaikan sambutan

Maria Tri Wijayanti menyampaikan sambutan. Selasa (22/01/2019) (Foto : Mariyanto)

MMD Kesehatan ini dilaksanakan di Desa Pare karena Pare adalah satu-satunya desa yang telah melaksanakan siklus Survei Mawas Diri (SMD) dan MMD sejak tahun 2017. Dengan demikian Desa Pare juga merupakan Desa untuk percontohan (pilot project). Seperti disampaikan Mariya Tri Wijayanti, S.Km., M. Kes. dari Puskesmas Selogiri bahwa, “saya juga mengucapkan terima kasih, karena di Pare ini adalah satu-satunya desa yang melaksanakan siklus SMD dan MMD”. Ungkapnya.

Peserta mengikuti MMD

Peserta MMD mengikuti kegiatan dengan seksama. Selasa (22/01/2019) (Foto : Mariyanto)

Untuk menjadi desa percontohan itu tidak mudah, karena siklus SMD, MMD kalau tidak dilakukan, untuk pengajuan apapun itu akan sangat sulit. Sedangkan MMD Kesehatan ini dari kita, oleh kita dan untuk kita. Sehingga kita yang harus melaksanakan, kita juga yang harus bertanggung jawab.

Agus Riswadi menyampaikan Paparan MMD

Agus Riswadi, Sekretaris Desa Pare memaparkan MMD. Selasa (22/01/2019) (Foto : Mariyanto)

Agus Riswadi, Sekretaris Desa Pare dalam paparannya menyampaikan tentang profil Desa Pare dengan batas-batas dan luas wilayahnya 685 Ha, menganut sistem demokrasi, pemerintahan yang terdiri dari 11 Dusun, 11 RW dan 35 RT, dengan jumlah penduduk 5608 jiwa, yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani, buruh tani, ada juga yang merantau, swasta dan pegawai. Rumah penduduk sebanyak 1178. Kemudian dalam diskusi yang di pimpin oleh Anik Suryanti, S.ST bidan dari Puskesmas Selogiri menghasilkan kesepakatan tentang Prioritas Masalah di Pare adalah : DBD dengan Transpot dan PSN KIT, TBC dengan Pelatihan, pembentukan kader, transpot, pengambilan dahak, pengadaan bahan habis pakai, GIBUR dengan PMT Posyandu, AKI dengan Kelas Ibu Hamil, JIWA dengan Pembentukan Posbindu.

Sebelum penutupan disampaikan pula sosialisasi tentang PIS PK  dan sistem pendataan oleh Atik Prasetyawati, A.Md., Keb. dari Puskesmas Selogiri. PIS PK adalah Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Yang dimaksud dengan “ Program Indonesia sehat” adalah :upaya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperilaku sehat, hidup dalam lingkungan sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Sedangkan Program ini bertujuan : Untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dalam lingkungan hidup yang sehat agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya perilaku hidup sehat sehingga terwujud bangsa yang mandiri, maju dan sejahtera. Dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya (admin).

 

Komentar Facebook

You may also like...

Leave a Reply