Ketua Komisi III dan II DPRD Wonogiri Hadiri Musrenbangdes Desa Pare

PARE, pare.desa.id – Untuk menentukam arah pembangunan terutama infrastruktur, pemberdayaan masyarakat dan untuk pengembangan potensi serta untuk pengentasan kemiskinan, maka Ketua RT se Desa Pare mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2019 dalam rangka untuk Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa Tahun 2020, bertempat di Gedung olah raga badminton Komplek Balai Desa Pare, Kamis (24/01/2019). Berkenan hadir, Bambang Sadriyanto, Ketua Komisi III DPRD, Sardi, SE Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Wonogiri untuk menjaring aspirasi dan menyampaikan arahan agar rencana pembangunan di Desa Pare bersinergi dengan Panca Program Bupati Wonogiri, serta Drs. Sigit Purwanto, M.Pd Camat Selogiri. Peserta Musrenbangdes selain Ketua RT adalah : Ketua BPD beserta anggota, Ketua LPM beserta anggota, Perangkat Desa, Tenaga Pendidik, Ketua TPPKK dan Kader Posyandu, Ketua KPMD dan anggota, BKM dan Relawan Desa, Pengurus BUMDes, Karang taruna serta Tomas dan Toga.

Peserta musrenbangdesa Desa Pare

Ketua RW, Ketua RT, Tomas dan Toga Desa Pare sebagai Peserta Musrenbangdes. Kamis (24/01/2019) (Foto : Mariyanto)

Musrenbang adalah forum antar pemangku kepentingan dalam rangka menyusun rencana pembangunan nasional dan rencana pembangunan daerah. Pemangku kepentingan adalah segenap pihak yang terkait dengan pembangunan, dalam hal ini adalah pihak akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintahan dan masyarakat khususnya di wilayah Desa Pare.

Pemerintah Desa Pare sudah melaksanakan beberapa tahapan kegiatan musyawarah untuk menjaring usulan dan masukan tentang kegiatan pembangunan untuk tahun 2020. Kegiatan musyawarah dimulai dengan Musyawarah Dusun, yang dilakukan tiap-tiap dusun dari tanggal 14 s/d 18 Januari 2019, untuk mengusulkan serta memutuskan skala prioritas pembangunan yang akan diusulkan dan kemudian dilanjutkan dengan Musdes di tingkat Desa.

Peserta tetap semangat mengikuti musrenbangdes

Para peserta musrenbangdes sangat antusias dan tertib mengikuti acara sampai selesai. Kamis (24/01/2019)(Foto : Mariyanto)

Maksud dan tujuan pelaksanaan musrenbangdes adalah unuk membahas dan menyepakati RKPDesa yang memuat prioritas kebutuhan masyarakat berdasarkan hasil musyawarah dusun, prioritas kegiatan desa yang dibiayai APBDes termasuk dari Dana Desa, alokasi Dana Desa, bantuan bagi hasil pajak dan retribusi, bantuan keuangan provinsi, bantuan keuangan kabupaten dan sumber lain yang sah. Prioritas kegiatan desa tersebut disesuaikan dengan 5 bidang, yaitu bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, bidang pelaksanaan pembangunan desa, bidang pembinaan masyarakat desa dan bidang pemberdayaan masyarakat desa dan Belanja tak terduga untuk bencana serta penyertaan modal Bumdes dengan total anggaran Rp. 1.550.276.829,-. Kemudian membahas dan menetapkan rancangan daftar usulan RKPDesa tahun 2020.

Sambutan Pj. Kades Pare

Agus Sarwo, SP pj. kepala Desa Pare menyampaikan sambutan. Kamis (24/01/2019)(Foto : Mariyanto)

Pj. Kepala Desa Pare, Agus Sarwo, SP dalam sambutannya terlebih dahulu memperkenalkan diri kepada hadirin, bahwa setiap hari tugas yang utama adalah di Dinas Kelautan dan Perikanan dan Peternakan Kecamatan Selogiri. Kemudian pada tanggal 16 Januari 2019 mendapatkan perintah dari Bupati Wonogiri melalui SK Nomor 24 tahun 2019 untuk menjabat sebagai Pj. Kepala Desa Pare. Selanjutnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada hadirin, peserta Musrenbangdes Desa Pare tahun 2019 ini. Harapan Pj. Kepala Desa, semua peserta bisa mengikuti Musrenbangdes ini sampai dengan selesai, dan hasilnya agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya demi untuk kemajuan Desa Pare. Musrenbangdes juga harus mengacu pada arahan Bupati Wonogiri, agar arah pembangunan tidak hanya pada bidang infrastruktur, tapi lebih penting lagi yaitu untuk program pengentasan kemiskinin. Karena pada tahun 2018 ini Desa Pare masih banyak permasalahan diantaranya, RTLH masih ada 88 KK, yang belum mempunyai MCK/Jamban sebanyak 31 KK sedang untuk warga miskin yang rumahnya belum teraliri listrik ada sebanyak 25 KK. “Untuk itu kami mohon kepada bapak / ibu hadirin sekalian peserta musrenbangdes pada siang hari ini, usulan-usulan ini sesuai dengan arahan bapak bupati dalam rangka untuk pengentasan kemiskinan”, ungkap Agus Sarwo.

Sambutan Camat Selogiri

Camat Selogiri Drs. Sigit Purwanto, M.Pd memberikan sambutan. Kamis (24/01/2019)(Foto : Mariyanto)

Kemudian sambutan Camat Selogiri, Drs. Sigit Purwanto, Mpd sangat mengapresiasi kinerja Pemerintahan Desa Pare, karena paparannya sudah sangat jelas, laporan pembangunan tahun 2018 sangat detail, sumber dananya dari mana trus peruntukannya untuk apa saja hingga pada laporan pertanggungjawabannya dengan di dukung dengan foto-foto kegiatan pembangunan sebelum di kerjakan yaitu 0 % dan setelah di kerjakan hingga 100 %. Selanjutnya disampaikan pula bahwa tugas penanggulangan kemiskinan itu bukan semata-mata menjadi tugas pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten termasuk pemerintah desa. Makanya harus di bangun image agar ada persamaan persepsi bahwa Dana Desa (DD) itu juga bertanggung jawab untuk upaya penanggulangan kemiskinan.

Sambutan DPRD

Bambang Sadriyanto, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Wonogiri memberikan sambutan. Kamis (24/01/2019)(Foto : Mariyanto)

Sambutan DPRD

Sardi, SE ketua Komisi II DPRD Kabupaten Wonogiri memberikan sambutan. Kamis (24/01/2019)(Foto : Mariyanto)

Bambang Sadriyanto, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Wonogiri dalam sambutannya berpesan kepada Perangkat Desa khususnya,  bahwa APBDes ini menyangkut keuangan negara, sehingga dalam mengelola keuangan agar selalu berhati-hati dan harus sesuai dengan aturan yang berlaku. “Tolong ini dilaksanakan sesuai dengan regulasi, ampun nganti tidak sesuai dengan aturan”, pesannya. Kemudian Sardi, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Wonogiri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PR di Desa Pare ini sangat berat, karena letak geografisnya yang berada di pegunungan, tanahnya tidak rata sehingga menyulitkan dalam percepatan pembangunan di desa Pare. Apalagi penduduknya sedikit sedangkan wilayahnya sangat luas, ini juga berpengaruh terhadap pendapatan desa. Dengan kondisi yang demikian harapannya agar Desa Pare bisa mengoptimalkan pendapatan asli desa sesuai potensi dan sumber alam yang ada. Pare punya Waduk Tandon, Bukit Plirikan dan Waduk Randubang. (admin/mar).

 

Komentar Facebook

You may also like...

Leave a Reply