Sosialisasi Pemilu 2019 Di Desa Pare

pare.desa.id , PARE – Pelaksanaan Pemilu tahun 2019 tinggal 55 hari lagi, yaitu pada hari Rabu, 17 April 2019. Sebagai upaya KPU untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat luas dan juga untuk menyampaikan tata cara menggunakan hak pilih di TPS, maka KPU mendelegasikan Tim Relawan Demokrasi untuk melaksanakan Sosialisasi Pemilu 2019 di Desa Pare. Kamis (21/02/2019). Tim Relawan Demokrasi KPU yang ditugaskan di Pare terdiri dari 2 orang yaitu, Yoedhi Hananto Wibowo, S.H. dan Ana Kurniasih. Peserta Sosialisasi seluruh Perangkat Desa Pare dan PPL Desa Pare, Warsito.

Relawan Demokrasi menyampaikan sosialisasi

Yoedhi Hananto Wibowo, S.H. Relawan Demokrasi KPU saat menyampaikan Sosialisasi. (Foto : Mariyanto)

Sosialisasi ini sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam menggunakan hak pilihnya. Diharapkan, dengan upaya yang dilakukan ini masyarakat menjadi paham, karena kartu suara yang akan diterima untuk menyampaikan hak pilihnya di TPS ada 5 jenis. Tahap awal sasarannya adalah kepada Perangkat Desa, dan untuk tahapan selanjutnya Tim Relawan Demokrasi KPU ini juga akan terjun langsung ke tingkat dusun se-Desa Pare. Hal ini sudah di agendakan dan untuk jadwal/waktu sosialisasi ke dusun-dusun sudah direncanakan pada pertemuan rutin di dusun masing-masing, mulai bulan depan (bulan Maret).

Contoh warna surat suara

Warna Surat Suara pada Pemilu tahun 2019. (Galeri KPU)

Yoedhi, (sebutan akrabnya Yoedhi Hananto Wibowo, S.H.) yang dibantu Ana Kurniasih, menjelaskan tentang kartu suara dan warnanya, serta kartu suara yang sah  maupun yang tidak sah. Menurut Yoedhi kartu yang berwarna abu-abu adalah kartu suara untuk pemilihan Presidan dan Wakil Presiden, yang berisi foto 2 pasang calon. Yang warna Merah adalah kartu suara untuk memilih calon DPD RI, dan isinya juga foto calon. Ditegaskan Yoedhi bahwa yang berisi gambar foto hanya surat suara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, dan pemilihan DPD RI. Sedangkan surat suara  untuk pemilihan anggota dewan berisi gambar partai dan nama-nama calon anggota dewan. Surat suara warna kuning adalah untuk pemilihan anggota DPR RI, surat suara warna biru untuk pemilihan anggota DPRD Provinsi, dan surat suara yang berwarna hijau adalah untuk pemilihan anggota DPRD Kabupaten/Kota.

Penjelasan tentang surat suara

Ana Kurniasih saat menjelaskan penggunaan surat suara kepada peserta. (Foto : Mariyanto)

Kartu suara atau surat suara yang akan digunakan pada pemilu 2019 yang akan datang sangatlah rawan robek, karena ukurannya yang begitu lebar dan ketebalannya juga kurang, sehingga para pemilih harus berhati-hati. “Surat suara rawan robek, makanya harus berhati-hati”, ungkap Yoedhi. Kalau sampai robek akibat kurang berhati-hati, akan merugikan diri sendiri, karena hak pilihnya tidak bisa tersampaikan.

Ana Kurniasih menjelaskan kartu suara

Ana Kurniasih, Relawan Demokrasi KPU saat memberikan sosialisasi kartu suara. (Foto : Mariyanto)

Disela-sela penjelasannya, Ana Kurniasih juga menyampaikan bahwa penyandang disabilitas itu tidak banyak dan juga mempunyai hak pilih yang sama, maka dari itu agar PPS memfasilitasi dengan sebaik-baiknya agar penyandang disabilitas juga bisa menggunakan hak pilihnya. (admin)

Komentar Facebook

You may also like...

Leave a Reply