TIM dari Dinas PMD Wonogiri Melakukan Pendampingan Kegiatan Posyantek Di Desa Pare

pare.desa.id, PARE – TIM dari Dinas PMD melakukan pendampingan dan survei untuk pelaksanaan Program Posyantek di Desa Pare, Rabu (20/02/2019). TIM dari PMD di pimpin oleh Aprilya Ika Wijayanti, S.I.P., Kasi SDA dan TTG di dampingi Nunik Haryuni, S.STP., MM Kasi Pemberdayaan Pemerintah Desa (PPD) Kecamatan Selogiri. Sedang peserta rapat terdiri dari Pj. Kepala Desa Pare, Sekdes, Ketua Gapoktan “Waluyo Tani”,  Ketua Bumdes dan 2 orang inovator TTG pelaku Usaha yaitu Mulyoko dari Dusun Pare dan Suryo Tio Kazuya dari Dusun Gondang. Dalam mengawali pertemuan Nunik menghimbau agar Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi) di desa untuk dioptimalkan dan diberdayakan secara maksimal agar Posyantek yang selama ini mati suri bisa bangkit lagi.

aryuni mengawali acara

Nunik Haryuni, Kasi PPD Kecamatan Selogiri saat mengawali Rakor/pertemuan Posyantek di Desa Pare. (Foto : Mariyanto)

Lebih lanjut disampaikan Nunik Haryuni bahwa pada kegiatan ini ada 4 desa yang akan diajukan menjadi pilot project Posyantek di Kecamatan Selogiri. 4 desa tersebut adalah, Jaten, Singodutan, Pare dan Kepatihan. Untuk melaksanakan kegiatan Posyantek di Desa Pare agar segera menghidupkan dan menggali lagi dengan berkreasi dan menerapkan Teknologi Tepat Guna sesuai dengan potensi yang ada. Sedangkan desa yang akan dijadikan sasaran pilot project harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain desa telah membentuk posyantek, dan ada inovator TTG serta pelaku dan pengguna TTG.

Agus Sarwo menyampaikan sambutan

Agus Sarwo, S.P. PJ Kepala Desa Pare saat menyampaikan sambutan. (Foto : Mariyanto)

Dalam kesempatan itu Pj. Kepala Desa Pare  Agus Sarwo, S.P. mengundang 2 orang inovator TTG di Desa Pare yaitu Yoko   (panggilan akrab Mulyoko) sebagai Peternak Kambing dan telah melakukan inovasi pembuatan permentasi untuk pakan ternak dan permentasi pupuk organik dari kotoran kambing. Dan Suryo (panggilan akrab Suryo Tio Kazuya) sebagai pelaku dan inovator TTG Pengolahan Bonggol pisang menjadi Pupuk Organik dan Kripik. Disampaikan Agus bahwa tujuan pertemuan ini untuk melaksanakan perintah dari PMD untuk membentuk pengurus Posyantek di Desa Pare, karena di Desa Pare terdapat banyak sekali potensi yang bisa dijadikan icon.

Sambutan dari Dinas PMD

Aprilya Ika Wijayanti, S.I.P., Kasi SDA dan TTG Dinas PMD Wonogiri saat menjelaskan tentang Posyantek. (Foto : Mariyanto)

Kemudian Ika dari Dinas PMD Wonogiri menjelaskan tentang Posyantek. Posyantek adalah Pos Pelayanan Tekhnologi. Dan karena Posyantek ini kedudukannya di desa, maka pelakunya juga di desa. Sedangkan tekhnologi itu sendiri bisa berupa alat maupun metode. Untuk Inovasi TTG adalah alat inovasi baru atau belum ada alat yang sama, sementara untuk TTG Unggulan boleh hasil modifikasi namun poin utamanya adalah originalitas dan segi manfaat. Sedangkan Posyantek desa berprestasi adalah posyantek yang belum pernah mengikuti kejuaraan.

“Anggaran Posyantek desa bisa didanai dengan Dana Desa, atau boleh juga dari Bankeu Provinsi, karena sudah ada nomor rekening dalam aplikasi siskeudes. Jadi desa tidak kesulitan dalam penganggaran,” jelas Ika.

Ika juga mencontohkan beberapa inovasi teknologi tepat guna yang dapat dikembangkan, antara lain pembuatan rumah kaca atau green house penyediaan bibit tanaman, pembuatan bengkel atau laborat TTG. Dapat pula berupa pengelolaan alat-alat teknologi yang dihibahkan oleh pemerintah. (admin).

Komentar Facebook

You may also like...

Leave a Reply