Kalau mau minta sesuatu, mintalah kepada Allaah

PARE, pare.desa.id “Jadi, kalau menghadapi sesuatu, mintalah kepada Allah, minta perlindungan kepada Allah, jangan yang selain Allah, karena itu akan membahayakan diri kita sendiri”,tegas Kak Juke menutup dongengnya pada acara Dongeng Santri TPQ yang digelar oleh Badko, bekerjasama dengan Pemerintah Desa Pare bertempat di Joglo Balai Desa Pare. Sabtu (27/04/2019). Hadir dalam acara ini, Pj. Kepala Desa Pare beserta perangkatnya, tamu undangan yang berasal dari takmir masjid, Ustad dan Ustadzah pengasuh TPQ, serta santriwan santriwati TPQ se-Desa Pare.

Santriwan santriwati peserta

Santriwan santriwati se-Desa Pare sebagai peserta Dongeng Santri. (Foto : Mariyanto).

Maksud diadakannya kegiatan ini adalah dalam upaya untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan iman dan taqwa, mengaktifkan kegiatan keagamaan serta untuk menyambut bulan Ramadhan 1440 H.

Laporan ketua Badko

Mahmud Musthofa, Ketua Badko Desa Pare saat menyampaikan laporan. (Foto : Mariyanto)

Seperti yang di sampaikan Mahmud Musthofa, Ketua Badko Desa Pare bahwa kegiatan Dongeng Santri ini adalah merupakan agenda kegiatan Badko Desa Pare, yang bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahim diantara TPQ se-Desa Pare dan untuk meningkatkan kebersamaan, meningkatkan semangat, senantiasa berpegang teguh dan siar dakwah di Desa Pare agar senantiasa terjaga.

Sambutan Kepala Desa Pare

Agus Sarwo, SP, Pj. Kepala Desa Pare memberikan sambutannya. (Foto : Mariyanto).

Pj. Kepala Desa Pare, Agus Sarwo, SP dalam sambutannya menyampaikan pula bahwa kegiatan sore ini yang ke tiga kalinya, berarti sudah berjalan selama 3 tahun, hal ini dalam rangka untuk meningkatkan tali silaturahmi, meningkatkan keimanan dan keislaman adik – adik peserta TPQ se-Desa Pare.

Dongeng Kak Juke

Kak Juke dan Jako saat mendongeng di hadapan ratusan santriwan santriwati Desa Pare. (Foto : Mariyanto)

Dalam mengisi acara inti, Kak Juke bersama Jako (panggilan akrab Joko Juke yang berasal dari Klaten ini) mengisahkan sebuah dongeng. Dalam kisahnya, ada 3 anak yang tengah bermain bersama. Imun, yang di panggil – panggil 2 temannya tidak kunjung tiba. Kata seorang temannya bahwa Imun baru mandi. Karena lama ditunggu tidak muncul juga, kedua teman tersebut akhirnya meninggalkan Imun dengan naik sepeda. Imun kemudian keluar dan tidak mendapati teman – temannya. Karena Imun seorang anak santri, dia dengan beraninya pulang sendiri. Namun ditengah perjalanan, Imun kecapekan dan sesekali berhenti. Dalam perjalanannya, Imun merasakan seperti ada suara yang memanggil manggil, namun setiap ditoleh tidak ada orang. Pada akhirnya suara yang memanggil tersebut muncul dihadapan Imun. Untuk meyakinkan Imun, seseorang yang muncul tadi berjanji kepada Imun untuk mengabulkan 1 permintaan dari Imun, sebagai hadiah karena bisa melihatnya. Mendapatkan penawaran yang menggiurkan tersebut, Imun lantas berpikir sejenak, namun karena dia seorang santri yang taat dan punya iman yang kuat, maka penawaran tersebut di tolak. Seseorang tersebut terus saja menawarkan hadiah, akan tetapi Imun selalu ingat akan Allah, lantas dibacakan Surat Al Iklas. Begitu selesai membacakan Surat Al Iklas, seseorang tersebut hilang entah kemana. ‘Alhamdulillaahirabbil’alaamiin” ucap Imun dan akhirnya melanjutkan perjalan pulang sendirian dengan tenang. (Admin)

Komentar Facebook

You may also like...

Leave a Reply