Penetapan Dan Pengundian Nomor Urut Calon Kepala Desa Pare

PARE, pare.desa.id – Pemilihan kepala desa (pilkades) Desa Pare Kecamatan Selogiri sudah memasuki tahapan paling krusial. Rabu (11/09/2019), Panitia pilkades Desa Pare menggelar rapat pleno terbuka penetapan calon kepala desa dan pengundian nomor urut calon di Pendapa Balai Desa Pare, Kecamatan Selogiri. Acara ini dihadiri oleh seluruh Panitia Pilkades, tiga calon Kepala Desa Pare beserta istri, Forkompimcam yang diwakili Kapolsek Selogiri, Babinkamtibmas, Babinsa, Pj. Kades Pare, Ketua dan Anggota BPD, LPMD, serta tim sukses calon.

Seperti Pilkades tahun 2013 yang lalu, Pilkades Pare tahun 2019 kali ini diikuti 3 calon yakni Sugeng berasal dari Dusun Susukan sebagai petahana, Waluyo Dwi Brastho dari Dusun Tlogorejo mantan Kades 2 periode pada tahun 2001 s/d 2013 dan Suwardi dari Dusun Serut sebagai pesaing baru. Ketiga calon akan berkompetisi dalam ajang pilkades serentak tahap ketiga bersama 186 desa yang lain di Kabupaten Wonogiri.

Agus Sarwo, SP Pj. Kades Pare saat menyampaikan sambutannya. (Foto : Mariyanto)

Pj. Kades Pare, Agus Sarwo, SP dalam sambutannya mengatakan bahwa “hari ini adalah tahapan penetapan, dari bakal calon menjadi calon kepala desa, juga pengundian nomor urut calon kepala desa yang akan dicantumkan pada kartu suara. Setelah ditetapkan menjadi calon kades maka ada aturan yang harus ditaati oleh para calon, semua sudah dituangkan dalam tata tertib yang sudah disusun dan ditetapkan oleh panitia,” jelasnya. Agus juga berharap, panitia harus melaksanakan tahapan demi tahapan pilkades secara profesional.

Kapolsek Selogiri, AKP Dirodo sedang memberikan sambutan. (Foto : Mariyanto)

Kapolsek Selogiri, AKP Dirodo mewakili Forkompimcam Selogiri menyampaikan bahwa “masalah pemilihan itu adalah hak dari masing – masing warga untuk memilih pimpinannya. Hal penting yang harus di perhatikan, baik calon Kades maupun para pendukungnya, sing menang aja umuk, sing kalah aja ngamuk, artinya yang menang jangan sampai sombong, begitupun yang kalah, jangan lantas membuat kegaduhan, terima dengan lapang dada. Dengan demikian, harus siap menang, dan juga harus siap kalah”’ tegasnya.

Seksi penjaringan dan penyaringan balon Kades, Mariyanto saat membacakan berita acara penetapan Calon Kepala Desa. (Foto : Wawan)

Ketua seksi penjaringan dan penyaringan calon Kades, Mariyanto membacakan berita acara penetapan bakal calon Kades menjadi calon Kades dan dilanjutkan penjelasan teknis tahapan pengundian nomor urut. “Mekasisme pengundian ada 2 segmen, yaitu pengambilan nomor undi dan selanjutnya pengambilan nomor urut. Untuk pengambilan nomor undi, calon bersama – sama mengambil 1 bola ping pong dan di buka bersama – sama, yang mendapatkan nomor undi kecil mendapatkan kesempatan lebih awal mengambil nomor urut, dan setelah semua calon mengambil nomor urut, kemudian di buka secara bersama – sama” jelasnya.

Perolehan nomor urut setelah di tetapkan sebagai calon Kepala Desa Pare. (Foto : Sri Suyatmi)

Panitia Pilkades telah mengambil teknis pengundian dengan tahapan masing-masing calon mengambil undian nomor secara bersamaan, lalu dibuka bersama-sama. Angka terkecil berhak untuk mengambil undian nomor urut yang dimasukkan kedalam bola ping pong. Dan hasilnya, Sugeng mendapat kesempatan untuk mengambil bola ping pong terlebih dahulu. Kemudian diikuti Waluyo Dwi Brastho pada kesempatan kedua, dan Suwardi pada kesempatan terakhir. Setelah ketiga calon sama-sama memegang bola ping pong selanjutnya Mariyanto memberikan aba-aba untuk membuka bersama-sama. Hasilnya Waluyo Dwi Brastho mendapat nomor urut 1 (satu), Suwardi nomor urut 2 (dua) dan Sugeng mendapat nomor urut 3 (tiga). Setelah undian nomor urut selesai dilanjutkan dengan penandatanganan surat pernyataan bersama untuk menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban Desa Pare dengan kampanye damai.

Ketua Panitia, Ngatno saat memberikan pengarahan kepada calon Kades. (Foto : Mariyanto)

Para calon Kades saat deklarasi kampanye damai. (Foto : Mariyanto)

Penandatanganan perjanjian kampanye damai. (Foto : Mariyanto)

Ketua Panitia, Ngatno saat memberikan pengarahan kepada ketiga calon mengharapkan agar pilkades Pare damai, tentram, tenang dan tidak ada permasalahan, dari awal, pelaksanaan sampai dengan pasca. Selanjutnya dijelaskan pula mengenai pembuatan tata tertib bahwa, “tata tertib kami buat hanya demi pelaksanaan pilkades Pare betul – betul bisa berjalan seiring sejalan, tidak ada satu ketimpangan antara yang satu dengan yang lain. Namun walaupun telah dibuat tata tertib, seandainya ada pelanggaran, kami tidak membuat sangsi, sehingga para tim sukses yang akan mengawasi, apakah ada calon atau tim suksesnya yang melanggar tata tertib atau tidak”’ tegasnya. (Admin).

Komentar Facebook

You may also like...

Leave a Reply