Sebanyak 30 orang akan menerima bantuan RTLH

PARE, pare.desa.id  – Untuk melaksanakan bantuan rehap RTLH sumber dana dari DAU Kabupaten Wonogiri Tahap II tahun 2019, maka Pemerintah Desa Pare mengadakan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi bagi calon penerima bantuan, bertempat di Pendopo Kantor Kepala Desa Pare. Kamis, (12/09/2019). Dalam kegiatan ini dihadirkan sebanyak 30 orang (KK) dari keluarga miskin yang akan menerima Bantuan Rehap Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Selain 30 orang tersebut, Ketua RT yang mewilayahi calon penerima juga dihadirkan, serta Perangkat Desa yang mewilayahi dan Faskel dari Dispera.

Sebanyak 30 orang/KK calon penerima bantuan RTLH. (Foto : Mariyanto)

Ketua RT yang mewilayahi dihadirkan dalam rapat dengan maksud agar membantu mengawasi dan mengarahkan penerima manfaat dalam melaksanakan kegiatan rehab rumah bisa dikerjakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan.

Pj. Kepala Desa Pare, Agus Sarwo, SP saat memberikan keterangan kepada penerima manfaat bantuan RTLH. (Foto : Mariyanto)

Disampaikan oleh Agus Sarwo, SP, Pj. Kepala Desa Pare bahwa ke 30 orang yang dihadirkan ini mesthi bersyukur karena mendapatkan bantuan lebih dulu. Menurut keterangan Agus, total RTLH dari keluarga miskin di Desa Pare ada 128 pada tahun 2019 ini, yang belum punya meter listrik ada 13 KK, Jambanisasi yang belum layak ada 8 KK. Dan dari 128 RTLH, pada tahun ini akan mentas sejumlah 76 KK, yang terdiri dari CSR ada 2 KK, Bantuan Provinsi 3 KK, dari APBDes 11 KK, dari DAU Kabupaten Wonogiri pada tahap I sebanyak 30 KK dan pada tahap kedua ini sebanyak 30 KK. Sehingga akhir tahun ini jumlah RTLH yang belum tertangani tinggal 52 RTLH.

Faskel dari Dispera, Tunjung Widiatama, SE saat memberikan penjelasan tentang penggunaan bantuan RTLH. (Foto : Mariyanto)

Dalam rangka untuk mengentaskan kemiskinan, Joko Sutopo, Bupati Wonogiri berharap agar RTLH di Kecamatan Selogiri tahun ini bisa terselesaikan semua. Hal ini seperti yang disampaikan Tunjung Widiyatama, SE, Faskel dari Dispera dalam penjelasannya bahwa, “Harapan pak Bupati, pada tahun ini untuk RTLH Kecamatan Selogiri dapat teratasi semuanya. Maka dari itu, ada peralihan dari bantaran Rel Kereta Api yang masih bermasalah, maka semua dialihkan ke Selogiri”. Lebih lanjut dijelaskan Tunjung bahwa, untuk RTLH ini diutamakan untuk struktur bangunannya dulu. Misalnya tembok, itu harus ada Slup dan Ringnya. Kalau itu sudah benar-benar kokoh, baru naik ke atapnya. Jangan sampai, dindingnya masih gedeg, yang di bangun malah atapnya. Kalau itu yang terjadi, bisa-bisa justru akan roboh karena dindingnya yang tidak kuat. Kemudian juga ada beberapa material yang tidak boleh dibeli menggunakan dana bantuan contohnya, hebel, seng, GRC, asbes, keramik, tegel, dan paving. Tetapi kalau menggunakan dana swadaya boleh.

Agus Riswadi, Sekdes Desa Pare memandu dalam mengklarifikasi kebutuhan material calon penerima bantuan RTLH. (Foto : Mariyanto)

Selesai menerima penjelasan, dengan dipandu Agus Riswadi, Sekdes Desa Pare, calon penerima manfaat diklarifikasi satu per satu apa saja material yang dibutuhkan untuk membangun rumahnya yang tidak layak huni. Dengan harapan, semua kegiatan termasuk material sesuai dengan kebutuhan dan berjalan dengan lancar. Karena bantuan senilai 15 Juta per RTLH tidak diwujudkan uang, tetapi akan diwujudkan barang/material. (admin)

Komentar Facebook

You may also like...

Leave a Reply