Apa Beda Keluarga Miskin Dengan Keluarga Tidak Mampu

PARE, pare.desa.idKata – kata miskin dan tidak mampu, kalau didengar sepintas sama artinya, namun setelah dicermati, ternyata beda makna dan maksudnya. “Apa beda keluarga miskin dengan keluarga tidak mampu …?” demikian pertanyaan singkat Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri, Maryono, S.Sos., M.Si. kepada peserta pada acara Sosialisasi Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu yang diselenggarakan Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri di RM. Alami Sayang 2, Brubuh, Ngadirojo, Wonogiri. Kamis (20/02/2020). Peserta dalam acara tersebut berjumlah 40 orang Perangkat Desa / Kelurahan yang merupakan wakil dari Desa / Kelurahan Kecamatan Wonogiri, Selogiri, Wuryantoro dan Ngadirojo.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri, Kurnia Rini, AP., M.Si. saat memberikan sambutan dan materi. (Foto : Mariyanto)

Dalam sambutannya sekaligus memberikan materi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri, Kurnia Rini, AP., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini diadakan dalam rangka menindaklanjuti program Bupati Wonogiri, Joko Sutopo untuk mengentaskan kemiskinan yang sampai dengan akhir tahun 2019 tingkat kemiskinan di Wonogiri masih di angka 10,25 %, sedangkan target Bupati pada tahun 2020 ini harus turun lagi pada angka 1 digit yaitu 9 %. Untuk mensukseskan program tersebut maka Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Sosialisasi Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu, dan akan segera membentuk Puskesos atau Pusat Kesejahteraan Sosial di Desa dan Kelurahan. Tujuan dibentuknya Puskesos di Desa dan Kelurahan adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan dan keluhan dari fakir miskin dan orang yang tidak mampu, misalnya tidak dapat bantuan, tidak masuk BDT , atau permasalahan yang tidak ada hubungannya dengan sosial, ada anak terlantar, orang gila dan lain – lain yang terjadi dan harapannya bisa diselesaikan di desa. Permasalahan yang juga masih timbul yaitu mengenai data kemiskinan, orang miskin dan orang tidak mampu. Kemudian keluhan masyarakat, yang seharusnya mendapatkan program tapi tidak mendapatkan program, yang seharusnya tidak mendapatkan program tapi justru malah mendapatkan.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri, Maryono, S.Sos., M.Si. saat memberikan materinya. (Foto : Mariyanto)

Yang dimaksud orang miskin itu orang yang tidak punya penghasilan dan tidak bisa mencukupi kebutuhannya, sedangkan orang yang tidak mampu adalah orang yang mempunyai penghasilan tapi tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar.

Lebih lanjut Kadinsos, Kurnia Rini menegaskan agar para peserta segera melaporkan hasil sosialisasi kepada Kepala Desa / Lurah masing – masing untuk segera membentuk PUSKESOS. Sistemnya adalah SLRT (Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu), sedangkan Puskesos adalah tempat yang berfungsi untuk melakukan kegiatan layanan sosial. Yang mengelola Puskesos diantaranya Operator Desa, ada PLD (Pendamping Lokal Desa), PTKBD yaitu petugas KB di tingkat desa, Bidan Desa. (admin)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan