Sekretariat PPK Tidak Boleh Menerima Honor

WONOGIRI, pare.desa.id – Tahapan demi tahapan penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri tahun 2020 terus dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Wonogiri. Berbeda dengan pemilu pemilu sebelumnya, pada Pilbup tahun 2020 ini Kesekretariatan PPK ada agenda baru, yaitu di ambil sumpah dan janji serta di lantik secara resmi oleh KPU. Ada hal yang sangat menarik saat Ketua Komosioner KPU, Toto Sihsetyo Adi, S.E., M.M. menyampaikan laporannya dalam acara Pelantikan Sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri Tahun 2020 yang bertempat di Gedung Giri Wahana Komplek GOR Giri Mandala Wonogiri. Jum’at (06/03/2020). Disampaikan bahwa Sekretariat PPK tidak boleh menerima honor. Hal ini sempat membikin galau Sekretaris dan Staf Pelaksana PPK se – Kabupaten Wonogiri. Namun setelah diceritakan secara singkat tentang audiensi dengan Kemendagri yang hasilnya bahwa Kesekretariatan boleh menerima honor, akhirnya para hadirin menjadi lega. Selain Sekretariat PPK se-Kabupaten Wonogiri, hadir pula Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa, S.H., Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Wonogiri, Bambang Sadriyanto, dan jajaran Forkompimda serta Ketua PPK se-Kabupaten Wonogiri.

Para Sekretaris dan Staf Sekretariat PPK se-Kabupaten Wonogiri yang sedang mengikuti acara pelantikan. (Foto : Mariyanto)

Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Toto Sihsetyo Adi, S.E., M.M. saat menyampaikan laporang penyelenggaraan. (Foto : Mariyanto)

Disampaikan Ketua Komisioner bahwa Kesekretariatan PPK di kukuhkan melalui 2 keputusan yang berbeda, yaitu melalui Keputusan Bupati Wonogiri dan Keputusan Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, dan yang melantik adalah Ketua KPU. Ragulasinyapun juga ada perubahan. Pada tahap awal untuk petugas Sekretariat boleh PNS dan boleh Non PNS, kemudian berubah lagi, harus dari PNS dan tidak boleh menerima honor. Namun dalam Rakornas yang diadakan Mendagri yang dihadiri oleh Ketua KPU, Sekda, Kepala Kesbangpol dan Kabinda se-Indonesia, telah mendapatkan kejelasan bahwa Sekretariat PPK dari ASN boleh menerima honor. “Puji syukur Alhamdulillaah, akhirnya dari Kemendagri disepakati bahwa Sekretariat PPK yang dari ASN boleh menerima honor”, jelas Toto (panggilan akrab Ketua KPU Wonogiri) yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

Pengambilan Sumpah dan Janji oleh Toto Sihsetyo, S.E. M.M. Ketua KPU Kabupaten Wonogiri. (Foto : Mariyanto)

Wakil Bupti Wonogiri, Edy Santosa, S.H. saat memberikan sambutan. (Foto : Mariyanto)

Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa, S.H. dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri tahun 2020, menjadikan perhatian bersama karena menjadi bagian dari sistem politik dan demokrasi yang dianut sebagai sarana menjaga keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Wonogiri dan menjadi bagian integral dari pembangunan Nasional, sehingga ada mekanisme yang harus dipatuhi dan ada sejumlah perangkat yang dibutuhkan untuk memastikan pelaksanaanya bisa berjalan dengan lancar dan baik. Dan PPK juga turut menentukan jalannya Pilkada tahun 2020 agar bisa berjalan dengan lancar dan baik.

Wakil Bupti Wonogiri, Edy Santosa, S.H. saat memberikan sambutan. (Foto : Mariyanto)

Sekretaris KPU Kabupaten Wonogiri, Supardi, S.H., M.M. saat memberikan materi. (Foto : Mariyanto)

 

Kemudian saat menyampaikan materi, sekretaris KPU, Supardi, S.H., M.M. diawali dengan berilustrasi, “bahwa menjadi Sekretaris KPU tidak menjadi lebih pinter, tapi malah justru tambah mumet” ungkapnya. “mengelola uang banyak, dulu waktu menjadi camat itu, pintu penjara dikunci rapat – rapat. Tapi jadi sekretaris KPU pintunya dibuka lebar – lebar, makanya kalau tidak hati – hati, ya sudah, wassalaam”, lanjutnya. Hal ini disampaikan dengan maksud agar Sekretaris PPK selalu berhati – hati dalam mengelola anggaran penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020. (admin)

Komentar Facebook

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan